Minggu, 22 November 2015

Panggilan Hidup Berkeluarga

Pada hakikatnya manusia adalah ciptaan Allah dengan semua rencana-Nya dalam mewujudkan karya keselamatan dalam dunia.
Maka, manusia dipanggil bekerja sama dengan Allah, mewujudkan itu semua.
Bahwa dirinya dipanggil umum yaitu untuk hidup kudus, panggilan khususnya yaitu panggilan hidup berkeluarga, dan panggilan hidup selibat.
Pada kali ini kita diajak menggali makna panggilan hidup berkeluarga, menurut buku cetak Agama Katolik "Menjadi Murid Yesus", terbitan kanisius.

A. Pemaknaan Hidup
Banyak orang memaknai hidup ini terbagi dalam empat perkara:
1) kelahiran
2) kerja
3) menikah
4) kematian

perkara-perkara tersebut menyadarkan bahwa hidup manusia singkat, dan ada tuntutan atau tanggungjawab untuk hidupnya.
ada pemaknaan dari tanggung jawab tersebut yaitu:
1) hidup dilihat sebagai "mempertahankan hidup". (menghormati, merawat, memelihara)
2) hidup dilihat sebagai "memaknai hidup". (berperan, bermanaat, aktivitas, karya)
3) hidup dilihat sebagai "mengembangkan hidup".(berprestasi, menggapai kemajuan, dan kedewasaan)

Tentang kematian, momen kematian tidak hanya dilihat sebagai akhir kehidupan (akhir seluruh perjuangan dan pergulatan hidup) manusia, tetapi saat mempertanggungjawabkan hidup kepada sang Pencipta. (Roma 14:10-12). Maka, hidup yang singkat ini perlu diyukuri, lihatlah lagu ebiet G Ade, yang berjudul Masih Ada Waktu.

Dalam mengisi hidupnya manusia memiliki pilihan hidup yang sama-sama penting.
pilihan hidup berkeluarga dan pilihan hidup selibat (tidak menikah). Kali ini kita membahas panggilan hidup berkeluarga.

B. Panggilan Hidup Berkeluarga
Hidup berkeluarga yang diawali dengan perkawinan merupakan panggilan hidup, yakni panggilan untuk menjadi rekan kerja Allah dalam melangsungkan karya penciptaanNya, demi perkembangan hidup dan berlangsungannya generasi hidup manusia.

1. Berbagai pandangan tentang perkawinan
a. Tradisional: ikatan antara laki-laki dan perempuan, antara keluarga laki-laki dan keluarga perempuan.
b. Sosial: persekutuan hidup yang mempunyai bentuk, tujuan, hubungan khusus dan menjadi Bapak-Ibu.
c. Hukum: perjanjian antara laki-laki dan perempuan, perjanjian antara kerabat laki-laki dan kerabat perempuan.
d. Antropologis: persekutuan cinta, dimulai dengan cinta, berkembang atas dasar cinta, dan berbahagia karena cinta.
e. Umum: persekutuan hidup-antara seorang pria-wanita yang terjadi karena persetujuan pribadi yang tak dapat ditarik kembai dan harus diarahkan kepada saling mencintai sebagai suami-istri dan kepada pembangunan keluarga dan oleh karenanya menuntut kesetiaan yang sempurna, dan tidak mungkin diceraikan oleh siapapun, kecuali Allah.

2. Makna Keluarga
Keluarga dalam arti luas: persatuan antara keluarga inti, yaitu suami-istri dan anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada keluarga tersebut ditambah semua sanak keluarga, kerabat, saudara, baik keluarga suami ataupun istri yang secara emosi dan sosial memiliki ikatan.

secara umum keluarga bermakna:
a. kesatuan sosial, hubungan biologis, ekonomis, dan rohani.
   Tujuannya: mendidik anak-anak sebagai anggota masyarakat luas.
b. Sel kehidupan masyarakat.
c. Tempat utama dan pertama pendidikan anak-anak.

3. Perkawinan dalam Tradisi Katolik
a. Landasan Biblis (Kitab Suci) perkawinan dalam tradisi Katolik.
1) Kisah Penciptaan Adam dan Hawa (Kej 1:26-28)
2) Sifat monogami (Matius 19:5-6 dan Mark 10:7-9)
3) Atas Dasar Cinta Kasih (1 Yohanes 4:8 dan 16)
4) Hubungan Kasih Allah-manusia (Yeh 16:-1)
5) Hubungan Allah-Gereja (Ef 5:32, 5:25, Ef 5:23)
6) Inti Sakramen kesatuan antara Allah dan Manusia
7) kesetiaan dan pengorbanan (Matius 19:12,29)
8) Perjamuan kawin (Why 19:7-9)

b. Hakikat Spiritual
1) cinta sebagai dasar hidup berkeluarga
2) tanggapan akan panggilan Tuhan
3) Makna sakramental Perkawinan
4) Gereja Mini

c. hakikat sosial perkawinan
1) Persekutuan hidup dan cinta. Kesatuan jiwa (komitmen), kesatuan fisik dan raga (persetubuhan), dan kesatuan spritual (iman sama).
2) Monogam dan tak terceraikan
eksklusifitas: 1pria-1wanita, berlangsung seumur hidup.
3)Tujuan pernikahan
berdasarkan Kitab Hukum Kanonik, kanon 1055:
- terarah pada kesejahteraan suami-istri
- kelahiran anak (hasil buah cinta pasutri), tidak mutlak (Gaudium et Spes art.50)
- pendidikan anak
4)Nilai sosial dan legal
- perlindungan terhadap hak keluarga. Sah di mata hukum dan masyarakat.

4. Proses pernikahan katolik.
Biasanya seorang proses sampai hidup berkeluarga:
1) perkenalan
2) pertemanan
3) persahabatan
4) pacaran
5) pertunangan
6) pernikahan
7) berkeluarga.
a. Syarat perkawinan
1) kesepakatan/perjanjian nikah, pria-wanita yang dibaptis, menerima krisma, dibuat bebas dan sukarela (tanpa paksaan), tidak dihalangi hukum kodrat Gereja.
2) kesepakatan diterima Imam/diakon, dilakukan dalam liturgi resmi Gereja.
3) didahului oleh persiapan menjelang perkawinan atau Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) dan penyelidikan kanonik.

b.Penyidikan kanonik
penelitian sebagai kepastian moral dan legal yang dilakukan oleh imam, agar perkawinan bersifat layak (licit) dan sah (valid). proses: dilakukan secara terpisah, antara calon suami-calon istri.

c. halangan pernikahan
1) halangan nikah hukum ilahi, yang tidak dapat dispensasi. Berdasarkan KHK kanon 1075 adalah:
- impotensi seksual yang bersifat tetap (kan.1084)
- ikatan perkawinan sebelumnya (kan.1085)
- hubungan darah dalam garis lurus, baik ke atas maupun ke bawah (kan. 1091)

2) halangan nikah dari hukum gerejawi, masih dapat disepensasi. halangannya adalah:
- halangan umur (kan.1083)
- halangan beda agama (kan. 1086)
- halangan tahbisan suci (kan. 1087)
- halangan kaul kemurnian yang bersifat publik dan kekal dalam tarekat religius (kan.1089)
- halangan penculikan (kan. 1089)
- halangan kriminal (kan. 1090)
- halangan hubungan darah garis menyamping (kan. 1091, ay.2)
- halangan hubungan semenda (kan. 1092)
- halangan kelayakan publik (kan. 1093)
- halangan pertalian hukum adopsi (kan. 1094)

5. Dinamika hidup berkeluarga.
a. Hak dan kewajiban Suami-istri dan orang tua
Suami-Istri memiliki hak dan kewajiban yang sama menyangkut hidup mereka dalam persekutuan.
sebagai orang tua, mereka berkewajiban berat:
-mengusahakan pendidikan anak, baik fisik, sosial, kultural, moral, religius

berikut ini adalah hak-hak dasar keluarga.
1) keluarga sebagai sel dasar dalam masyarakat perlu dilindungi keberadaannya oleh masyarakat/negara.
2) memiliki hak untuk hidup, berkembang.
3) hak melaksanakan tanggungjawab terhadap pendidikan dan kehidupan anak-anaknya
4) hak mendidik anak sesuai tradisi keluarga sendiri dengan nilai religius dan kebudayaannya.
5) hak mendapat jaminan fisik, sosial, politik, dan ekonomi
6) hak dan kewajiban memperhatikan martabat dan hak anak.

b. komunikasi dalam keluarga, hal yang dapat dibangun adalah:
1) diskusi
2) dialog
3) bahasa tubuh
4) hubungan seks (suami-istri)

Prinsip komunikasi:
1) saling mendengarkan
2) keterbukaan
3) sikap saling percaya

c. perkawinan campur
1) pengertian:
a) campur beda Gereja. dibaptis katolik menikah dengan dibaptis non-katolik. Perkawinan ini butuh ijin dari KWI.
b) campur beda Agama. dibaptis katolik menikah dengan non-katolik/non-baptisan

2) latar belakang:
a) jumlah umat sedikit pada suatu tempat
b) wanita yang sudah berumur
c) karakter, status sosial, jaminan sosial ekonomi yang lebih mapan
d) pergaulan yang terlalu jauh, terlanjur hamil.

3) Persyaratan dispensasi
a) janji agar anak akan dididk secara katolik
b) sosialisasi janji seorang katolik pada pihak non-katolik
c) sosialiasai hakikat perkawinan katolik yang tidak boleh dilanggar
d) perlu dibereskan yang berbeda tersebut.

d. Program KB
1) metode Alamiah
2) medoe buatan
3) anjuran Gereja tentang KB. yang boleh hanyalah metode Alamiah, yaitu dengan Metode Pantang Berkala. Melakukan hubungan seksual diluar masa subur.
Alasan:
a) aborsi dilarang
b) mengganggu fungsi tubuh (efek samping)
c) senggama bukan kewajiban suami-istri

e. tantangan
1) mentalitas matrealistis
2) hedonisme
3) konsumerisme
4) utilitarianisme, menilai sesuatu berdasarkan fungsi (melihat suami/istri karena kegunaan/fungsi)
5) Individualisme
6) relativisme moral
7) kesibukan mengejar karir, rumah sebagai tempat transit
8) kesibukan lain.

6. PACARAN SEHAT, PACARAN BERTANGGUNG JAWAB
a. makna masa pacaran
usaha saling mengenal antara perempuan dan laki-laki melalui relasi dan komunikasi efektif
b. Saling mengenal pribadi dan batasan-batasan dalam pacaran
c. Perubahan  pola pikir dan pola sikap
1) subjective love to objective love. Pemberian manipulasi - pemberian apa adanya.
2) Envious love to Jealous Love, merebut apa yang bukan haknya, menuntut apa yang menjadi haknya.
3) romantic love to real love. cinta lebih realistis.
4) activity center to dialogue center. dialogi, komunikasi hati ke hati.
5) Seksual oriented to personal oriented. aktivitas seksual ke pengenalan pribadi.
d. belajar saling mencintai.
cinta yang tumbuh, dibina dan dipelihara. dikembangkan dan didewasakan oleh waktu.






 




Minggu, 18 Januari 2015

Keterampilan berkomunikasi

Pada hari Jumat lalu, setelah pulang dari tempat kursus bahasa Inggirs, saya pergi ke sebuah toko buku, di kompleks ITC BSD, Pertama karena tertarik tulisan "BUKU MURAH-BUKU LANGKA" dan ratusan komik yang berjejer di depan terasnya. Kedua, ternyata ada dekorasi yang lengkap juga dengan furniture bergaya vintage terpampang di sisi kanan toko, jika dilihat dari tepi jalanmenghadap toko. Saya banget.

Masuklah saya. Disambut senyuman lucu dengan kumis tebal pelayan toko, "Silahkan mas". Melangkah masuk menghampiri bagian katalog "Kristen", dimana semua buku yang berdiri adalah barisan buku-buku Kristen. Sambil berbincang dengan sang pemilik, ternyata sang pemili k berdarah Aceh dan beragama Islam. Salut dan puji syukur Ia mau menjual buku-buku yang mungkin berbeda dengan keyakinannya.

Jari saya menunjuk dan berjalan dari ujung kiri ke ujung kanan. Pelan-pelan. Sekali-sekali berhenti cukup lama jika ada judul yang menarik. "Don't judge a book by i'ts cover" sergah teman saya. "No, i'm not, I only jugde a book by it's title!" maksud saya membela walaupun dengan bahasa Inggris yang seadanya. Cukup lama telunjuk saya berhenti pada judul buku yang menarik dan mungkin akan mempengaruhi dan bermanfaat bagi saya. 

Sudah setahun ini, permenungan saya tentang panggilan hidup berkeluarga terus menjadi topik utama. Kegalauan muncul jika saya sedang terduduk sendirian waktu segala tugas administrasi sekolah dan pekerjaan tidak menderu. 

"101 Pertanyaan yang harus anda tanyakan pada diri anda" sebuah kalimat yang tertulis di bagian bawah judul cover buku tulisan Sidney J. Smith, "Before Saying YES to Marriage". Sangat reflektif bagi saya, karena pada jaman ini saya sungguh khawatir tentang kehidupan perkawinan yang ada. Begitu mudahnya perceraian, begitu mudahnya Kekerasan Dalam Rumah Tangga terjadi. Begitu banyaknya murid-murid saya atau bahkan murid-murid anda menjadi korban atas apa yang terjadi dalam keluarga mereka. Dan kelak jika saya berkeluarga saya tak mau menjadi korban atau mengorbankan keluarga saya.

saya ingin menyalin satu bagian dari buku itu untuk anda, yang saya yakin ini menjadi hal yang penting dalam pernikahan:

"Dua monolog tidak menciptakan sebuah dialog" 
-Jeff Daly-

Komunikasi adalah bagian penting dari hidup kita. Komunikasi, lebih daripada hal lainnya, adalah unsur yang sangat mendasar untuk mempertahankan sebuah hubungan yang sehat. Bagaiamana anda menilai diri anda dalam bidang keterampilan berkomunikasi? Pikirkanlah itu, karena komunikasi yang jelek adalah salah satu alasan utama gagalnya perkawinan.

Membuka pintu komunikasi tidak selalu mudah. Ada bagian tipe kepribagian yang tidak dapat berkomunikasi dengan mudah, seperti: tipe pendiam (orang yang menanggapi hanya bila ditanya); orang yang selalu defensif (jika anda mengatakan langit itu biru, mereka mungkin menentang anda); orang yang takut membicarakan pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendalam soal hidup; dan mereka yang tidak dapat menjauhkan diri mereka dari pekerjaan atau TV (mereka lebih suka menghindari komunikasi).

Disamping itu, salah satu masalah terbesar di antara suami-istri adalah bahwa mereka tidak sungguh-sungguh mendengarkan. Mereka cenderung memotong pembicaraan sang suami/istri atau saat pasangannya bicara ditinggal pergi begitu saja. Komunikasi yang buruk sering kali merupakan akibat dari ingin cepat-cepat memecahkan masalah, tanpa terlebih dulu mencoba memahaminya. Menyediakan waktu untuk mendengarkan dan memahami tidak hanya membantu memecahkan masalah dengan baik, tapi yang terutama dan terpenting adalah membuat pasangan anda tahu bahwa dia dicintai dan dianggap penting. Banyak masalah yang muncul dalam perkawinan tidak untuk diselesaikan buru-buru, tetapi berfungsi sebagai kesempatan untuk mengetahui apakah orang sungguh dicintai dan penting bagi pasangan mereka. Sekedar mendengarkan akan memecahkan akar masalah dari banyak persoalan yang timbul.

Jadilah pendengar yang baik. Sadarilah pikiran dan perasaan anda sendiri dan belajarlah untuk mengungkapkannya dengan jelas. Bersikap defensif dapat dengan mudah merongrong mutu dan isi pembicaraan anda, bahkan dapat menimbulkan kemarahan yang tak beralasan.

Tidak ada kata terlambat untuk belajar berkomunikasi. Dibutuhkan waktu untuk mengenal dan memahami perbedaan di antara anda berdua, tetapi bersikap terbuka dan mau mendengarkan serta melakukannya dengan penuh perhatian adalah salah satu langkah pertama dalam proses mengembangkan keterampilan berkomunikasi.

Anda akan sangat terbantu bila mau membaca buku-buku yang ditulis selama sepuluh tahun terakhir tentang perbedaan antara pria dan wanita yang membuat komunikasi menjadi sulit. Dalam buku Men Are From Mars, Women Are From Venus (Gramedia Pustaka Utama, 199...) John Gray mengatakan "Pria dan wanita berbeda dalam semua bidang kehidupan mereka. Pria dan wanita tidak hanya berbeda dalam cara berkomunikasi, tetapi mereka pun berbeda dalam cara berpikir, merasa, memandang, bereaksi, menanggapi, mencitai, membutuhkan, dan menghargai. Mereka seolah-olah tampak dari planet yang berbeda, berbicara dengan bahasa yang berbeda dan membutuhkan "makanan" yang berbeda....Memahami perbedaan kita membantu meyelesaikan banyak rasa frustasi dalam menhadapi dan berusaha memahami lawan jenis. Kesalahpahaman pun dapat dengan cepat dihilangkan dan dihindari. Harapan yang salah diperbaiki dengna mudah. Bila anda ingat bahwa pasangan anda adalah sama berbedanya dengan anda seperti seorang dari planet lain, anda dapat rileks dan menghadapi perbedaan dengan baik daripada melawan atau berusaha keras mengubahnya.


yah mungkin itu dulu...
jika mau silahkan membaca lebih lengkap dan pertimbangkan baik-baik pilihan kita itu...selama berefelksi.



Senin, 18 Agustus 2014







Saya duduk di sini tanpa teman bicara, 
tidak punya radio untuk dihidupkan dan didengar,
tidak ada telepon untuk menghubungi seorang dan saya sangat kesepian.
Namun saya bertanya-tanya di dalam hati berapa banyak orang
Saya duduk di sini tanpa makan selama dua hari dan saya lapar, bahkan mungkin kelaparan.
Tapi saya bertanya-tanya dalam hati bagaimana dengan orang-orang yang lebih lapar dari saya?
yang membiarkan tetes hujan masuk.
Tapi saya bertanya-tanya dalam hati,
berapa banyak orang yang tidak punya tempat berlindung sama sekali?
Saya berbaring di sini dan bernapas agar waktu dapat bergerak dengan cepat, 
sehingga saya bisa kembali kepada orang-orang yang saya sayangi.
Namun saya bertanya-tanya dalam hati, berapa banyak orang yang tidak memiliki seorangpun untuk disayangi?
(Tom Kop, Pelatihan Outward Bound, 1972)


Suatu hal yang sangat SEDERHANA:

"Jika saya tidak pernah MENCOBA sesuatu, saya tidak akan pernah BELAJAR sesuatu.
Jika saya tidak pernah mengambil RESIKO, saya akan diam di tempat.
Jika saya MEMULAI sesuatu dan mengerjakannya akan memPENGARUHI seberapa banyak saya melanjutkan KEINGINAN untuk MELAKUKANNYA.
Jika saya menahan diri, 
saya mempertaruhkan kesempatan untuk mengetahui siapa dan bagaimana diri saya yang sebenarnya."

(Hugh Peter)

Senin, 12 Mei 2014

MATA KEBENARAN

Pada suatu hari, bola mata berujar,
"Saya melihat di balik sawah-sawah itu, sebuah gunung diselimuti kabut biru.
Bukankah itu indah?"

Telinga mendengarnya, dan sesudah menyimak penuh perhatian, ia berujar. "Namun dimana gunung-gunung itu? saya tak mendengarnya."

Lantas tangan pun ikut bicara, "Saya mencoba untuk merasakan atau menyentuhnya, namun sia-sia. Saya tak bisa menemukan satu gunung pun."

Lantas hidung berujar, "Tak ada satu gunung pun, saya tak bisa membauinya."
Lantas bola mata berbalik ke arah lain, dan mereka semua mulai berucap bersama-sama tentang halusinasi bola mata yang aneh. Mereka berujar. "Mungkin ada sesuatu yang aneh dengan bola mata itu."
Khalil Gibran

Selasa, 22 April 2014

CINTA SANG NABI

karya: Khalil Gibran

Cinta tidak memberimu apa-apa, kecuali dirinya sendiri. Cinta tidak meminta apa pun darimu, kecuali cinta itu sendiri. Cinta tidak memiliki, dan tidak memiliki. Karena cinta hanya untuk cinta.

Ketika cinta memanggil-manggilmu, ikutilah dia. Meskipun jalan yang harus kau tempuh, curam dan berliku. Ketika sayapnya merengkuhmu, serahkanlah dirimu padanya. Mesikpun pedang yang tersembunyi di balik sayapnya, bisa melukaimu. Ketika cinta bicara padamu, percayalah dia. Meskipun suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpinmu, bagai angin utara memporak-porandakan petamanan.

Karena, sebagaimana cinta memahkotaimu, ia pun akan menyalibkannya. Sebagaimana cinta menumbuhkanmu, ia pun akan memangkasmu. Sebagaimana cinta mengangkatmu ke puncak, membelai ujung-ujung rantingmu yang lembut nan gemulai, dan membawanya ke praduan cahaya matahari, ia pun akan mencengkram akar-akarmu, dan mengguncang-guncangnya hingga tercerabut dari bumi.

Seumpama seikat gandum, cinta akan menyatukanmu dengan dirinya. Cinta akan menebahmu, hingga engkau telanjang. Cinta akan mengetammu, agar kau terbebas dari kulitmu arimu. Cinta akan menggosok-gosokmu, agar kau putih bersih. Cinta akan melumatmu, hingga menjadi liat. Dan kemudian, cinta akan memaggangmu di atas api sucinya, hingga engkau menjadi roti suci untuk perjamuan kudus Tuhan.

Semua itu dilakukan cinta untukmu, hingga engkau mengetahui rahasia hatimu, dan dalam pengetahuan itu, engkau akan menjadi sekeping hati kehidupan.

Namun, apabila dalam sarang ketakutanmu, kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan dalam cinta. Maka, akan lebih baik bagimu, untuk segera menutupi ketelanjanganmu, dan menyingkirlah dari lantai penebah cinta, menuju dunia tanpa musim, dan menangis tanpa air mata.

Cinta tidak memberimu apa-apa, kecuali dirinya sendiri. Cinta tidak meminta apa-apa darimu, kecuali cinta itu sendiri. Cinta tidak memiliki, dan tidak memiliki. Karena cinta hanya untuk cinta.

Ketika engkau mencintai, jangan katakan, "Tuhan ada di hatimu," tapi katakan, "Aku ada di hati Tuhan." Dan janganlah mengira kau dapat mengarahkan jalannya cinta. Sebab, apabila cinta berkenan, dialah yang akan mengarahkan jalanmu.

Cinta tidak memiliki keinginan, selain memenuhi dirinya sendiri. Namun, jika kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini yang menjadi keinginan-keinginanmu; melebur diri dan menjadi anak sungai mengalir melantunkan nyanyian ke peraduan malam; mengenali penderitaan kemesraan yang terlalu dalam; merasakan pedihnya luka, akibat pemahaman dan pengalamanmu tentang cinta; dan meneteskan darah dengan rela dan sukacita; terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan, dan melantunkan puji-puji syukur untuk hari-hari baru yang bergelimang cinta; istirah di kala siang, dan merenungkan puncak-puncak getar cinta; pulang di kala petang, dengan sepenuh syukur di kedalaman jiwa; kemudian beranjak tidur dengan sepotong doa buat sanga tercinta yang bersemayam di hatimu, dan sebuah nyanyian puji syukur tersungging senyum di bibirmu.

Jumat, 28 Februari 2014

HIERARKI DAN AWAM

Hieraki dalam pandangan agama Katolik dimengerti sebagai struktur kepemimpinan Gereja Katolik.
Urutan dalam Hierarki Gereja Katolik adalah....

Paus
Uskup  (Dewan Para Uskup)
Imam
Diakon
awam

Pimpinan Hierarki bertanggunjawab untuk mengusahakan supaya suatu organisasi berjalan dengan baik (PAUS). Umat katolik percaya dalam menentukan pemimpin Gereja ada campur tangan Tuhan di dalamnya (Yohanes 15:16)

Hierarki memiliki hakikat sebagai berikut:
1) Sejak awal Gereja dikehendaki oleh Kristus
2) Bukanlah bentukan pemimpin Gereja
3) ada karena Kristus untuk kepentingan umatnya
4) Tugasnya mempersatukan umat dan mempertemukan umat. (Imam, Raja dan Nabi)
. Tugas tersebut dijabarkan dalam pewataan, perayaan, dan pelayanan.

Mulanya Gereja dipimpin oleh para rasul, Rasul Petrus, setelah meninggal ditruskan kepada para uskup  (melaksanakan otoritas tertinggi dan penuh bersama dengan PAUS)

 



 HUBUNGAN HIERARKI DAN AWAM